Hey, You!
Selasa, 12 Februari 2019
Diposting oleh
Risty putri indriani
Label: cintapertama, firstlove, galau, history, puisi, senja, syair, tentangCINTA
BUKAN LAGI TENTANG LAYAK
Jumat, 20 Juli 2018
Diposting oleh
Risty putri indriani
Tuhan Kita Berbeda
Kamis, 14 Februari 2013
Diposting oleh
Risty putri indriani
rst
Label: senja, syair, tentangCINTA
unknown #3
Senin, 09 Juli 2012
Diposting oleh
Risty putri indriani
Dalam masa yang sama, kita selalu membuat indahnya hidup, indahnya semesta dan indahnya kisah kita.
tapi tidak sekarang, tidak hari ini mungkin tidak juga untuk esok.
Karena kita telah berada dalam dimensi yang berbeda, dimensi yang tak bisa kita sentuh, dimensi yang tak terlihat mata kita.
Mungkin,
dengan untaian kalimat ini dapat mewakilkan kata hati kita sekarang
yang telah bersemayam dan terkubur dalam raga yang berbeda.
Dan dengan kekalahan kita, aku dapat mengerti.
Betapa bodohnya aku...
Betapa bodohnya aku..
dan Betapa bodohnya aku!
Kisah kita yang selalu diperdengarkan Tuhan, Kisah kita yang selalu bertarung melawan takdir.
Dan pada akhirnya tak bisa kita pertahankan.
itulah bodohnya kita.
Lalu, kau pergi meninggalkan ampas yang telah mengendap. Menjadi sampah yang telah termakan usia.
tidak sesuai dengan kesepakatan kita dulu.
kau sengaja! dan itu kebodohanmu!
Telah kupersiapkan sebuah pesta, untuk merayakan kesakitanku.
Bersama matahari yang kuanggap sebagai pengkhianat.
Biarkan aku terbakar bersama kepedihanku, menjadi hangus untuk kerapuhanku.
Dan terimakasih untuk perjalanan kita, yang telah kuanggap sebagai pengecut.
unknown #2
Diposting oleh
Risty putri indriani
dan kita hanya bisa melihat dan menikmati detik demi detik tenggelamnya kisah kita.
kesakitan ini akan kubuat sebagai perayaan besar. Seperti malam yang dihuni para pejubah hitam yang nampak gelisah.
Aku percaya "suatu saat nanti" akan ada hari dimana aku dan kamu tak lagi berkabung.
Selalu menyanyikan lagu cinta yang kita buat dan sepakati bersama.
Tak ada lagi alunan yang sedih, tak ada lagi lilin yang padam yang sengaja kita tiup dan sengaja kita biarkan padam.
Semesta selalu memberikan kepercayaan padaku, dengan orang pengganti tetapi dengan raga yang sama.
Dan akan kupastikan, Semesta menyetujui caraku yang bersepakat dengan takdir dan memeluk dingin.
Karena hanya satu pintaku, bersamamu adalah caraku hidup.
Bersamamu adalah suatu hal yang indah dan tak pernah bisa tergantikan dengan satu kata ataupun beribu kata yang kuukir dengan indah.
Bersamamu adalah caraku melepas kerinduan, dan bercanda dalam hangatnya senja.
sepotong roti dan secangkir susu coklat di pagi hari mampu memberikan bayanganmu dalam semangat pagi yang akan dilalui sampai terbenamnya senja, lalu disusul dengan malam dan cahaya terang diatas langit sana.
seperti-- kebersamaan kita.
unknown #1
Diposting oleh
Risty putri indriani
kita berada disini didalam hati yang sama; hati Tuhan.
dan teruntuk kamu, jangan pernah letih untuk mempersatukan kita.
karena Semesta masih memenjarakan kita didalam kurungan yang sama.
Masih ingat ketika kita tertawa bersama dibawah senja?
seperti itulah caraku mengawetkan kehangatan kita yang terhalangi oleh debu.
Masih ingat ketika kita terdiam dibawah senja?
seperti itulah caraku menghapus kisah pahit kita dan merubahnya dengan menyediakan dua cangkir teh hangat.
Aku dan kamu, sesetia senja dan awan agar bersatu menjadi cahaya yang teduh.
yang tak dapat digantikan dengan dinginnya malam.
biarkan hati kita berteriak, biarkan hati kita mengendap, biarkan hati kita bercengkrama dengan nistanya malam.
karena aku dan kamu masih tetap sama..
menjadi kita..
senja merah
Selasa, 17 April 2012
Diposting oleh
Risty putri indriani
Senja merah;
Tuhan memberikan senja merah ini untuk kita kagumi.
Sama seperti cerita kita, mengagumi tanpa bisa merubah dan melempar permainanNya.
Tuhan memberikan senja merah ini untuk kita rasakan.
Sama seperti rinduku, terlalu sering berteriak dan bercengkrama pada angin senja lalu samar-samar menjadi bias.
Tuhan memberikan senja merah ini untuk kau kembali.
Sama seperti tatapanku detik ini, tak mampu mengalihkan dari semu-nya rona semesta.
Aku terlalu sering bercengkrama pada hati, lalu jiwa yang akan menyahutnya.
Aku terlalu sering bergerumul pada rindu, lalu gelaplah yang selalu memelukku.
Dan ketika aku terhempas, semesta malam harilah yang selalu menggoda.
Pulanglah pada rumahmu; hatiku ini.
SEMESTA selalu mengirimku butiran air yang berkilauan, ketika sketsa wajahmu hilang tertutup awan kelam.
Jangan biarkan hatiku mengadu pada senja merah (lagi), pada angin yang mencoba mematahkan rinduku.
sayang; akan selalu ku jaga cinta dan rinduku.
Untukmu nanti.
Ketika SEMESTA mempertemukan kita di dalam lingkaran senja.
#battleofP
Label: senja
no tittle; senja
Diposting oleh
Risty putri indriani
Aku lelah berselimut pada kesabaranku. Yang nyatanya aku tau, pengorbanan yang sia-sia.
Aku lelah menjadi bisu pada kebaikkanku. yang nyatanya menggejolak untuk berteriak.
Aku lelah seakan tak mengerti apapun tentangmu, padahal aku menangis. Menangis sedu melihat mu dengan dia.
Aku cuma lelah, bukan untuk melepasmu. Aku ingin beristirahat sebentar tanpa melepas genggaman tanganmu.
Sambutlah dia, dengan jiwa barumu. Aku bahagia. Bahagia tanpa ingin mendapat imbalan dari cintamu.
Jangan kau taburkan serbuk bungamu dalam hatiku (lagi). Karena ternyata, Tuhan tak mengizinkanmu untuk menjadi yang ku mau.
Pergilah bersamanya, tanpa menengok untuk melihat keadaanku saja.
Tenanglah, Aku disini akan baik-baik saja, walau duri menusuk hatiku.
Janji itu, janji yang takkan pernah meninggalkanmu, aku masih memegangnya.
Pergilah cinta.
Pergi dipelukan cintamu yang baru.
Bukan aku.
Bukan aku yang kau cari lagi
Label: senja
Pertemuan Senja
Senin, 12 Maret 2012
Diposting oleh
Risty putri indriani
Waktu yang berjalan seiring dengan perasaanku. Aku tak pernah bahkan tak ingin menyalahkan pertemuan senja yang nyatanya hanya kerapuhan yang ku dapat.
Seperti kerinduan semesta pada SANG(*). Dermaga menjadi tempat spesial bagi sebuah pertemuan dan selalu mengharap hadirnya pertemuan itu kembali-seperti senja saat itu.
Di setiap senja aku berdiri, menatap lambat gerakan matahari yang turun. Lalu, seolah mengerti bahasa matahari,ia berbicara sendiri- layaknya orang bercengkrama. Tak seorangpun dapat memahami kerinduanku, hanya alam yang dapat mengerti kerinduan dan kegelisahan hati.
"Di manapun kau berada saat ini, pulanglah pada senja merah ini, pada angin yang sama dan aku selalu menanti kehadiranmu"
Sekarang, senja terasa sangat panjang dan menyesakkan. Malam dibukit inipun tak sanggup mengantar kepergian senja. Bagaimanapun Senja tak akan meninggalkanku, dia selalu menemaniku menuliskan kisahku di bab selanjutnya. Yang nyatanya hanya inginku tulis "tak akan meninggalkanmu, berjanjilah kau juga tak akan meninggalkanku".
Saat ini- bahkan untuk waktu yang tak dapat ditentukan- aku (masih) kesulitan untuk berbagi apapun dan dengan siapapun. Aku (masih)- yakin tidak seorangpun mampu menyediakan area yang damai dan meneduhkan hati, seperti senja yang hanya disediakan untukmu.
Risty #battleofP
Label: senja
senja dalam kelabu
Diposting oleh
Risty putri indriani
Senja,
Kali ini aku bicara tentang senja. Senja yang timbul ketika matahari bersiap-siap menyerah melawan gelap. Senja, yang sekarang ku kagumi dan menghipnotis ku untuk selalu menggenggam senja. Ketika senja berteriak dan memanggil-manggil namaku untuk mendekatinya. Ternyata, semua orang mendengar teriakan tersebut, lalu berlomba-lomba mendekati senja. Semua isi pertanyaan dikepala setiap orang yang menatap senja berbeda. Oh ya, bahkan aku bisa membaca isi pertanyaan dikepala mereka. Kau mau tau?
Sudahlah. buat apa kau tau, karena aku telah berdiri didepanmu diantara para senja yang mengelilingi kita.
Dibawah pohon yang rindang ini, diatas bukit kecil yang hanya bisa kita tempati berdua.
Senja,
Mengukur seberapa keangkuhanku pada ciptaan SEMESTA untuk memberikan yang lebih indah, dari apa yang kulucuti dari senja.
Menatap bersama-sama kearah matahari yang tersipu malu sambil menenggelamkan nyawa di belakang gunung indah itu.
Ketika gelap datang dan Senjapun menghilang, aku tak mau mengeluh sedikitpun. Karena senja itu bukan kamu ternyata.
Tuhan membukakan kedua mataku dari lapisan paling bodoh yang ku kenal. Lapisan yang diselimuti oleh nafsu dan naluri yang menggebu. Ah, seandainya aku bisa menguntai seperti sajak senjamu, mungkin aku bisa berkolaborasi pada biasnya jingga. Lalu mengalunkan musik dari gitar yang kau mainkan. Ketika itu, Kelabu mulai samar-samar dan hampir menghilang.
SANG (*), memberikan senja bercampur kelabu untuk mengelabui hatiku. Nyatanya ; iya. Hampir saja aku ingin memakiNya lalu menyemprotkan papper spray pada biasnya kelabu. Karena yang kutau senja bukan kamu, kamu bukan kelabu yang terabu yang kukenal.
Boleh aku bersandar dipundakmu sebelum kau menyerah ?. Ketahuilah, bahwa aku rindu pada genggaman tanganmu, bahwa aku ingin memaki diriku ketika aku menggelapi realitaku.
Kepada TUHAN ku dan TUHAN mu, melihat tingkah laku kita pada semesta. Pada apa yang mengganggu cerita indah kita, tapi ku hanya bisa diam. Diam melihat semua skenario yang kau mainkan. Lalu ketika kau melihatku, ku hipnotis semua tentang apa yang ada di 'merahku' . Karena ini semua, Tuhan ku dan Tuhan mu yang memberi serta menaburkan serbuknya .
Gelap mulai datang, kita masih disini. Dibawah pohon rindang dan masih menatap tempat terakhir kepergian maha. Pulanglah, malam segera berlalu, ambil selimutmu dan bicaralah pada indah semestamu, tentang hatimu ketika melihat senja.
Dan aku masih terdiam, sambil menyenderkan tubuhku di batang pohon yang besar ini. Memejamkan mata dan berharap kelabu segera menghilang dalam senja.
Risty :) #battleof -P
Label: senja
catatan *ending
Sabtu, 10 Maret 2012
Diposting oleh
Risty putri indriani
Masih pada hati kita .
Hari ini aku akan mengakhiri ceritaku. cerita indah kenangan kita. Kenangan yang kita untai bersama-sama menjadi suatu rajutan yang luar biasa.
nyatanya, waktu jualah yang memisahkan kita. Waktu tentang takdir dan perasaan yang menggebu.waktu yang mengubah hidupku menjadi surga khayalanku. Dan waktulah yang bersenandung indah, memutari detik termanis ketika menggenggam erat tanganmu. Dan kini, waktu melompat manis, tinggallah aku dan bayangmu yang bersama-sama melangkah dalam kegelapan yang semu. Melangkah dalam duri yang nikmat, duri yang mempesona. Tapi tenanglah, disini aku selalu melihat indah senyummu, melihat indah cerita tentangmu dan duniamu tanpa merasakan sakit dalam tusukan duri yang cantik.
Melihat semua yang membentuk senyummu .
Biarlah semua menjadi saksi kebisuan antara aku dan cintamu, antara aku dan rasaku. Bukan lagi antara aku-cinta dan kamu . Hanya aku dan bayangmu yang menikmatinya , tanpa kamu ! Tanpa ada satupun dari tubuhmu. Menyalakan sebatang rokok lalu menghisap dalam-dalam, merasakan nikmatnya melayang pada khayalan indah tentangmu. Dan menciptakan rasa dari setiap asap yang ku keluarkan dari mulut ku ataupun hidungku.
Masih pada cinta yang sama ,
tetap tinggal dan menetap disini bersama segenggam harapan dan nistaku . Tetap bertahan pada apa yang seharusnya tak perlu dipertahankan . Tetap berdansa pada lekukan bayangmu. Tapi aku selalu menyukainya bahkan menikmatinya.
Selalu tinggal di hatiku dan kan ku biarkan kau terbang bebas menjemput bidadarimu, bidadari manismu nanti. Bidadari yang kau impikan. bukan aku , bukan cerita bersamaku , bidadari yang bukan diriku .
Dan disini,
Masih menatapmu penuh sejuta bongkahan berlian dengan rasa cinta selamanya . Ya, rasa cinta untukmu selamanya.
Label: senja

