BUKAN LAGI TENTANG LAYAK
Jumat, 20 Juli 2018
Diposting oleh
Risty putri indriani
Lagu Juga Bisa Bicara
Jumat, 06 Juni 2014
Diposting oleh
Risty putri indriani
Lagu yang menceritakan seorang pemuda yang mencintai tetangganya, seorang gadis yang bertahan dan memperjuangkan perasaan cinta kepada ayahnya meskipun ayahnya terus mencampakannya berkali-kali. Ini lagu, lagu yang sukses buat gue duduk di teras sambil mengenang rumah ini yang pernah dihuni bokap—sebelum dia memilih pergi. Dan sempat senyum-senyum sendiri melihat tiga rumah disamping rumah gue itu dulunya ditinggalin oleh ehm,,,
ABRAKADABRA CINTA
Minggu, 21 April 2013
Diposting oleh
Risty putri indriani
Sudut-sudut kedai kopi dikawasan kemang sudah tampakterlihat
sepi, satu persatu orang yang berkerumun telah meninggalkan cangkiryang
tersisa hanya ampas kopi dan meletakkanlembaran uang tip disamping
cangkirnya. satu dua orang bahkan sekelompok oranggonta-ganti
menghampiri gue, walau sekedar bertanya “Kok bisa?” atau
“gimanacaranya?” dan terakhir “boleh minta nomor handphone?”
Bagi
gue, pertanyaan-pertanyaan itu sudah biasa ditelingague. semenjak gue
mulai serius dengan hobby sulap dan hipnotis, gue merasahidup gue selalu
berpesta. Bahagia dan membahagiakan orang. Gue gak peduliseberapa
banyak orang yang menduga seorang pesulap atau hipnotis semuanya bohong. Selama gue masih melihat orangtertawa atau minimal tersenyum, selama itulah gue merasa jadi orang palingberuntung sedunia.
Tapi
keberuntungan gue bertolak belakang pada cinta. Lagi-lagicinta. Nama
itu? Selalu membuat gue merasa menjadi pecundang. Hampir semuaorang
selalu konsultasi tentang cinta mereka yang tak kunjung lenyap
ataumenunggu cupid memanah sang pujaannya, layaknya seorang yang
sempurnaterhadap cinta, gue selalu memberikan solusi pada mereka dan
berhasil. Tapi kenapa guenggak? AH…
“Udah rapihkan
semuanya. Yuk.. ntar keburu malem.” Donamenggamit tangan gue,
moment-moment ini selalu membuat jantung gue berdegupkencang.
Cewek
yang gak pernah bisa buat gue bersikap wajar, selalukeringetan bahkan
panas dingin setiap gue natap wajahnya. Bola mata yang bulat
terdapatmanik mata kecoklatan, membuat gue susah mengatur nafas yang
semakin lamasemakin memburu keindahannya, kulit wajah yang putih
menambah aksen keanggunandan rambutnya yang panjang dan hitam membuat
Dona semakin cantik. DONA—seorang cewekyang sudah gue kenal dua tahun
lamanya, dia tak mengetahuinya diam-diam membuatreward ke gue sebagai cowok paling pengecut sedunia.
“Loh kok diem? Ayok Ri..”
“Oh iya.. ngg, ayok..”
Dona
selalu menemani gue ketika gue show untuk sulap danhipnotis. Dan
kehadiran Dona seakan mempunyai magnet yang selalu memberikan
guesemangat. Gue merasa hidup gue seperti ketergantungan dan seakan
mempunyaicandu yang harus terus-menerus berada didekat Dona jika gue
butuh asupansemangat.
“Tadi permainan lo bagus banget.
Selalu ada yang beda kalolo tampil.” Ucap Dona seraya melingkarkan
tangannya di pinggang gue setiapberboncengan di atas motor.
Lagi
dan Lagi, perasaan gue gak karuan setiap diamengeratkan pelukannya. Gue
semakin tak konsentrasi tapi gue berusaha bersikapwajar. Wangi
parfumnya selalu membuatgue mabuk dan membuat gue selalu menghayal
bagaimana rasanya menjadi pacarDona.
“Kan ada lo..” Gue terkekeh disusul dengan bunyi startermotor gue.
Dona
mencubit perut gue dengan lembut, dan itu yang selalugue suka dari
Dona. Selalu banyak cara mengambil hati gue yang semakin lamasemakin
terkikis dengan ukiran-ukiran wajahnya. Tetapi entah mengapa setiap
guemerayunya, Dona hanya bisa tersenyum atau sesekali tertawa tak pernah
merespondengan hal-hal yang membuat gue mempunyai keberanian untuk
mengungkapkan semuaisi hati gue.
“Don..”
“mmmm”
“Masih jam setengah Sembilan nih, belum malem banget. Makan yuk.”
Dona mengerutkan alisnya dan menatap wajah gue dari pantulankaca spion “Loh, tadi kan udah makan?”
“Bagi gue makan itu ya makan nasi, bukan makan kue. Gak kenyanggue.”
“mmmmm, kebiasaan deh. Yaudah..”
Gue
sengaja melakukan hal itu. Selama masih ada waktu buatberdua dengan
Dona, gue selalu memanfaatkan kesempatan itu. Kesempatan yang gakpernah
bosan gue ulangi setiap waktunya.
***
Semilir
angin malam berhembus di taman kafe yangdipenuhi dengan hiasan lampu
bergantian menembus kulit Dona yang terbalut dengan dress berwarnabiru
laut. Sepertinya Dona kedinginan, terlihat Dia menghusap-usap
lengannyaberkali-kali. Gue langsung memberikan jaket gue ke Dona, hal
itu wajardilakukan oleh setiap cowok. Tapi alasan gue seperti ini cuma
satu, semogawangi Dona melekat di jaket gue. agar bisa gue hirup setiap
gue beranjak tidur.
“Thanks ya.. tau aja gue kedinginan.”
“Apa
sih yang nggak gue tau dari lo.” Gue tersenyumkearahnya, entah berapa
lama gue mengaduk-aduk es coklat yang ada didepan guesambil memaksa
untuk menatap Dona yang sedang melahap sepiring nasi goreng seafoodyang
telah terhidang.
“Don..gue mau tanya deh sama lo.”
“Yaelah tanya aja kali.”
Gue menghembuskan nafas perlahan, berharap kegugupan gueberangsur-angsur pulih.
“Don, kalo seandainya.. seandainya nih ya.. ada orang yangsuka sama lo. lo bersikap gimana?”
Dona
menghentikan kegiatan makannya, Dia menatap gue lekat. Guemerasa jiwa
gue semakin melayang, meninggalkan semua rasa penasaran dan rasa
pengecut gue padaDona.
“Itu gak mungkin.”
“Maksud lo apanyayang gak mungkin?” gue menatap tatapannya yang semakin lama seperti merasakankeanehan dalam dirinya.
“Ya soalnya gue lagi suka sama seseorang.”
“Siapa?... gue?.....”
“Ng—“
Gue
langsung membungkam mulutnya, menurut gue ini bukan suasana yangpas
untuk bertanya lebih jauh siapa orang yang disukainya lalu
mendengarkanjawabannya. Persetan dengan segala sesuatu yang membuat gue
semakin pecundang. Sekaranggue nekat untuk melakukan semuanya demi Dona.
Demi perasaan gue yang harusdiberikan petunjuknya.
Gue
langsung menuju kepanggung kecil yang telah disiapkanoleh pemilik kafe
untuk memberikan fasilitas kepada para pengunjung agar dapatmemberikan
hiburan kepada pengunjung lainnya.
“Mohon
perhatian untuk semuanya.” Gue mengeraskan suarasambil mengambil sebuah
tisu dan korek api yang gue selipkan disaku celana.
Semua
pengunjung menghentikan kegiatan makan dan cengkramannya, mereka
menatap pada satu tujuan; gue. begitu juga dengan Dona,sambil memangku
tangan kanannya dia menatap gue sambil sesekalimenggeleng-gelengkan
kepalanya.
“Saya ingin menghimbur kalian semua dengan sulap.”
Semua pengunjung dalam kafe bertepuk tangan bersamaan denganrasa berdegup kencang gue yang semakin lama semakin tak karuan.
“Mohon
bantuannya buat wanita yang diujung sana.bisa majukesini.” Gue menunjuk
Dona yang masih celingak-celinguk tanda tak mengerti.
“Gue?”
Gue mengangguk tanda mengiyakan bahasa mulutnya yangmenunjuk dirinya untuk menemani gue bermain sulap.
Dengan
langkah yang perlahan, Dona menghampiri gue besertatatapan para
pengunjung yang bolak-balik menatap gue dan Donabergantian.
“Lo ada-ada aja si.” Dona membisikan ke telinga gue setelahdia bersisian dengan gue.
“Udah tenang aja, loikutin gue aja. Itung-itung amal.” Gue balas membisik ke telinga Dona yangmendadak menjadi aneh.
“Oke
semuanya, mungkin sulap gue terlalu simpel. Tapi gueberharap ini dapat
menghibur kalian.” Gue bersiap-siap melakukan moment yangbuat gue
mendadak semakin berkeringat.
“Kalian tau ini tisu, mudah terbakar.” Gue menggerak-gerakantisu kesana-kemari.
Semua orang memperhatikannya, termasuk Dona yang telahterbiasa melihat sulap gue.
“Kalo tisu ini dibakar, kalian tau ini akanberubah bentuk.”
“GAK MUNGKIIN.” Salah satu pengunjung yang memperhatikanberteriak.
“Oke akan saya buktikan.”
Gue
langsung menyalakan korek api dan langsung membakartisu. Dengan secepat
kilat tisu tersebut berubah menjadi sebuah bunga melatiyang cantik.
Terdengar suara riuh para penonton dan memberikan tepuktangan kearah
gue. Dan dengan mental yang harus gue perkuat, ini saatnya!
Gue berhadapan dengan Dona yang masih menepuk tangannyauntuk gue.
“Bunga
ini, saya persembahkan untuk seseorang yang selamaini sangat saya
sayang, sangat saya cintai.” Gue menggantungkan kalimat,mengumpulkan
semua keberanian gue untuk meneruskan semuanya.
“Dona..”
Dona meruncingkan kedua alisnya menatap wajah gue, semburatwajah bingungnya nampak tercetak.
“Don..
gue suka sama lo.. lo mau gak jadi cewek gue.” seakanwaktu berhenti
berdetak, tidak mengembalikan rasa ketenangan yang semakin lamasemakin
tak dirasakan gue.
Gue berharap orang yang disukai Dona
adalah gue, bukansiapapun. Gue yakin, Dona mencintai gue sama seperti
gue mencintainya. Gueyakin, tidak ada cowok lain selain gue yang selama
ini menemani dia dalamkesedihannya, bahkan kesendiriannya. Gue yakin,
cowok yang disukai Dona adalahgue.
“Ri….” Ucap Dona dengan gusar.
Semua
orang menatap gue dan Dona, ada yang berteriak “TERIMA”dan ada sesekali
orang yang berteriak histeris. Pasti para cewek denganwajah mupeng ingin merasakanbagaimana rasanya menjadi Dona yang ditembak dengan suasana romantis.
“Jawab Don..”
Dona
menghembuskan nafas dengan perlahan lalu menerima sekuntum bunga melati
pemberiangue. waktu terasa lambat berjalan, gue ingin mengetahui isi
hati Dona secepatkilat!
“Ri—“ Dona menggantungkan ucapannya, memberikan jeda yang membuat gue menerka-nerka semua perasaannya.
“Ri,, kita sama-sama cewek. Gue tau lo itu tomboy.. Lo SADAR DONG TARI!!! DEKET bukan berarti kita PACARAN! ITU GAK MUNGKIN!”
Label: cerpen, lalaala, tentangCINTA
Aku Boleh Ya, Jadi Pacar Kamu Sehari
Selasa, 19 Februari 2013
Diposting oleh
Risty putri indriani
Label: harian, history, lalaala, tentangCINTA
01.01 hello AM !?
Kamis, 26 Juli 2012
Diposting oleh
Risty putri indriani
Label: harian, history, lalaala, tentangCINTA
ketika SANG(*) memberi sebuah penjara #mengakhirimerahmembusuk
Senin, 24 Oktober 2011
Diposting oleh
Risty putri indriani
ketika SANG memberi sebuah penjara ?
Rasanya inginku meledakkan bom tepat di kepalaku , tapi berasa itu kurang meyakinkan bahwa akulah sang penguasa atas kehendakmu . Aku memang dilahirkan dengan kepribadian menawan *menurutku . tapi itulah aku yang menuntut dengan rasa egoisku dan bercandu pada penghisap pengebul semu .
Aku mencoba menekan tuts yang ada untuk menguntai setiap hurufnya , tapi rasanya itu semakin menjenuhkan dalam setiap pelayangan di otakku .
ahh, ini terlalu mudah bagiku untuk mengelabui mu , nyatanya kau ambisius dan arogan yang membara cukup membuat bibir tipis ini senyum sinis .
Ketahuilah bahwa aku yang menguasai atas semua apa-apa yang kau ragu .
Ketahuilah bahwa aku ingin membunuhmu ketika kau melirikku dengan penghisap segala kekejaman merah yang ada .
Dan , pisau ini masih ku genggam ..
Aku seraya menjelma dengan binatang liar yang menatap tajam disekitarku , aku masih mencintai tubuhku dan akan kupastikan tubuhku membugar kembali dalam liar penarian bola mata.
Aku mencoba memberikan pelirikan dan setangkai bunga liar untuk kau adukkan dengan sang merah , dan nyatanya kau salah membagi itu bung !
berlari dan mengikuti setiap pijakan yang kau jejaki dalam setiap warna orange yang melaju begitu terang .
hening dan menoleh sebuah pengharapan palsu . dan aku salah memberi sebuah angka yang bagus dan menawan yang tidak memberimu pelampiasan senyum .
"c" untuk awalan menyakitkan .
membusur panah dalam tubuh dan membujur kaku .
c dalam cupidku menari mengalunkan nada dari pemanah .
dan aku mulai merasakan pelambaian nada doremi dan sehingga itu membuatku terpenjara !
hey SANG (*) !
Penjara apakah ini ?
bukankah aku orang yang sangat menyenangkan ?
lepas untuk bagian orang yang ku adukan dengan merahku .
aku masih ingin menari dan menapaki jejak nya .
aku masih ingin membuat untaian senyum untuk nya .
ketika mengerti untuk sebuah kosong .
NOL !
nihil yang kugengam .
dan merahku sekarang tak berasa .
ending :: AKU SUDAH MEMBUNUHMU !
SANG(*) penjarakan aku dari setiap lekukann mengenai tepat pemerahan itu terjadi .
aku tak mau melerai sang hitam untuk membunuhnya ..
dan aku tertawa ...
#persinggahan yang membuat apa-apa menjadi terapa yang ku singgahi dan rasanya ini menjijikan . kembali peradaban semula dengan semua yang ku singgahi ..
Label: lalaala
si pendusta baru menyukai abu-abu
Rabu, 19 Oktober 2011
Diposting oleh
Risty putri indriani
malam suntuk ,
sudah berapa banyak untuk minggu ini tingkah laku ku menjadi yang tidak sebagaimana biasanya ..
aku mencoba mencerminkan pada diriku , tapi.. ahh,, perasaanmu saja kawan ..
tapi setelah kupikir , banyak "pekerjaan" yang harus aku selesaikan ..
salah satunya adalah mengambil keputusan !
suatu jawaban ya atau tidak .
ahh nyatanya itu sangat sulit bagiku ..
Aku mencoba memasuki roh yang mengalir pada jiwa hitammu , aku mencoba bertahan sampai detik ini .. tapi kau masih memperlakukanku dengan tamparan setiap celotehanmu .
Aku membiasakan tubuhku untuk tak kau jadikan "pelacur" , tapi nyatanya kau mencari kepelacuran lain dan tersendiri ..
Aku berusaha menghibur diriku sendiri dengan lagu-lagu bertemakan riang gembira selayaknya anak TK yang belajar menyanyi ,, tapi ternyata itu membuatku semakin tidak karuan .
nyatanya , aku masih sulit membicarakan A untuk awalan "Aku" ..
Dan , fikiran untuk menembus merahmu ternyata sudah tidak ada lagi ..
Ketahuilah kawan , bahwa kegundahanku sekarang benar .. aku tak menyukai pria-pria yang sedang tersenyum ataupun membara ketika ku sapa , ketika ku melirik , dan ketika menggoyangkan seluruh jari jemariku untuk membentuk kalimat yang menawan .
Aku menyukai kepribadian introvert yang nyatanya aku pelajari dalam kalimat tabu .
Aku menyukai melayang dalam setiap tahapan bola mataku dalam satu tujuan ke tempat penglihatan yang tak bermaksud untuk ku lihat .
Aku menyukai kegembiraan di dunia merah yang membara kemudian sesaat itu ia menciut dari degupan keras .
Aku menari dan bernyanyi sekeras mungkin agar aku dapat menghibur sangmerahku bahwa ini semua adalah "SEMU" ..
yaa , semu yang luka yang dapat membuatku merasa hina . dari setiap jengkal jari manisku ..
berbicara manis ,,
tadi sore aku tertawa kecil mendengar celetukan dosenku berkata bahwa aku tak pantas sendiri .
sebuah kalimat yang membuat sangmerah melebarkan senyum tiga jari :D *seperti ini ..
Tepat hibernasiku yang dimulai dari pembodohan .
awalnya aku menyukai , tapi terlalu lama untuk disukai sehingga aku tak pernah mengeluh untuk merasakan hitam dalam egonya . karena sangmerah telah hidup normal kembali ..
tapi aku tak pernah meninggalkan hitam ragamu sedikitpun , walau kau pendusta yang baru ..
Aku memang tak lebih jalang darimu , tapi aku mampu menjadi si pendusta yang hebat melebihimu ..
sang pendusta dan si pendusta akan membuat samar-samar menjadi terabu yang pernah ku lihat .
Kini, setiap apa yang ku jalani , tak ayal meliarkan mata hitam untuk mencari bentukmu .
pendusta liar peduli .
dan kini ,, masih terasa asam, manis , asin , yang dirasakan .
aku menyukai semua kebodohan manismu yang membuat fikiranku menjadi lelucon yang terkonyol yang ku temui .
aku menyukai semua ketidakpastianmu untuk menjadikanku "si pendusta yang hebat" yang bisa "memamerkan" setiap lekukan dalam lidahku ..
teruntuk berabu dan bernyawa dalam keselarasan langkah pijakan sanghitam mempesona yang membuat terlena :)
Label: lalaala
catatan kecil untuk SANG(*)
Selasa, 18 Oktober 2011
Diposting oleh
Risty putri indriani
bercerita mengenai aku hari ini ..
Tuhan , kau bisa melihatku bagaimana aku hari ini .
aku yang menyukai kegembiraan , aku yang menyukai tertawa lepas , aku yang menyukai bercerita yang indah dan pahit kepada sahabat-sahabatku , aku yang tidak mudah bosan , aku yang ingin selalu bersama dengan sahabat-sahabatku , aku yang tidak mudah menangis , aku yang selalu ingin membantu teman-temanku , aku yang autis , aku yang gila dan aku yang tak pernah ingin memikirkan apapun ..
Hari ini,,
berbeda denganku yang menyukai semuanya , berbeda denganku yang menikmati kesemuanya , berbeda denganku yang tak satupun aku hilangkan dari goresan langkah kakiku .
berbeda , yaaa.. berbedaa..
roda putaran yang sangat menyengat dalam nadiku .
roda yang begitu menghiasi setiap tapakan pijakku ..
kini mulai bosan menapaki keindahan semesta ..
SANG,
berandai-andai aku tidak bisa menapaki indahnya semestamu ..
titipkan salam rindu kepada mereka yang aku cintai , kepada mereka yang aku kasihi , kepada mereka yang aku kagumi .
Aku menyimpan semua memory indah tentang mereka , bagaimana bentuk wajahnya ketika mereka menangis, bagaimana senyuman mereka ketika ia tertawa , bagaimana gaya bicaranya mereka ketika kami sedang serius membicarakan sesuatu , bagaimana mereka memerah ketika menahan amarah dan menggebu-gebu untuk mengeluarkan sangmerah membara , bagaimana tatapan mereka ketika mereka sedang dalam keseriusan ..
SANG,
jangan kau ambil semua cerita indahku pada mereka ..
mereka adalah bagian hidupku , tapi jika ku tak bisa melihat indahnya sang mentari pagi hari .. katakanlah pada mereka , bahwa sang mentari bagian dari senyumanku yang kandas :) .
Dan mereka masih dapat tersenyum ..
Satu yang tak kunjung aku lupakan,
kenangan tentangmu , jadikanlah dia seorang lelaki yang hebat , seorang lelaki yang siap membusungkan dadanya untuk sangwanitamu , jadikanlah ia seorang lelaki yang lembut hatinya . jadikanlah dia lelaki yang siap menahan egonya demi membahagiakan sangwanitanya .. satu darimu , aku suka senyummu , aku suka caramu memperhatikanku ketika aku sedang ngambek , aku suka kemarahanmu yang ku anggap itu sebuah lelucon , aku suka semua tentangmu , tapi aku tak suka kau memilih wanita yang salah ..
SANG,
beri dia waktu untuk menyadari betapa bodohnya dia !
betapa angkuhnya dia !
betapa egoisnya dia !
tapi jangan beri dia waktu untuk mengambil keputusan yang salah..
notes singkat, yang ku buat semata-mata untukmu dan untuk teman-temanku , agar mereka tetap bisa mengenang dalam tapak semestamu ketika ku tak lagi bersama mereka.
Label: lalaala
bercerita yang dulu membuatku tegar :D
Senin, 17 Oktober 2011
Diposting oleh
Risty putri indriani
Kali ini , aku akan bercerita mengenai kehidupanku saja , walau tidak menarik tapi aku dapat menarik kesimpulan, untuk membuat ketertarikan si pembaca #narsis .
Aku mencintai hidupku dan menjalani hidupku dengan sederhana , bersenang-senang untuk menghamburkan uang memang bukan pribadiku , tapi aku punya banyak keinginan yang harus aku turuti sehingga keterlihatan dari teman-teman ku seperti mempunyai tuyul yang sebagaimana mestinya bisa mengeluarkan uang merah ataupun biru , tapi aku lebih sering mengeluarkan uang abu-abu alias uang Rp.2ribu perak :D . Bercerita itu , aku orang yang sangaat sulit meminta kepada kedua orang tuaku , aku lebih puas diam dan bertindak sendiri walau hasilnya tidak memuaskan daripada diam menunggu kapan aku dapat dari mereka . Sejak aku duduk di Sekolah Dasar , aku sudah hidup mandiri dengan adikku satu-satunya . Setiap hari aku berjalan dari sekolah ke rumahku yaa kurang lebih sekitar 5kilo . Itu membuatku sangat lelah , 2 jam berjalan kaki dari teriknya panas dan guyurnya hujan . Tapi aku merasa senang , ketika aku menabung tiap hari hanya 100 perak , dan keinginan pertama kali membeli "thamagoci" (seperti itu kiranya dibaca,soalnya tulisannya gatau :p) , kalian tau thamagoci itu ? yaa, sebuah permainan yang sangat membuatku terhibur , aku suka binatang tapi aku tak bisa merawatnya karena mamaku membenci binatang berbulu . Maka dari itu , permainan ini mengajarkan ku bagaimana rasanya merawat binatang , walau tak jarang binatang dari permainan itu sering mengalami kematian . hehe .
Aku tipe orang yang menyukai kerapihan , berantakan membuat banyaknya debu . dan debu tidak pernah bersahabat denganku , aku alergi debu ! . Tiap sehabis bangun tidur , aku selalu bersin-bersin . tak jarang , mamaku geleng-geleng kepala melihat tingkah lakuku yang selalu ingin melepas hidung dari wajahku . waktu umurku 8tahun , aku senang sekali mengaji . Sebelum aku berangkat mengaji , aku selalu merapihkan rumah , menyuci piring , mengepel terlebih dahulu , walau menyukai kerapihan aku tipikal orang yang malas mandi :D , aku tak suka air , tapi aku suka hujan :) .. hujan bersahabat denganku walau itu membuatku sakit .
Berbicara SAYANG ..
kembali lagi dalam masa kecilku , merasakan cinta dan sayang dari orang terdekat , aku tidak pernah . sehingga aku menjadi orang yang senang menyendiri dan tidak peka terhadap rasa apa tadi ?? oh ya sayang .. Tapi setellah aku mengalami perubahan dalam diriku , aku telah mengerti bagaimana rasa itu .
oh noo ,
ternyata rasa itu membuatku sedikit gila , sedikit aneh dan sedikit sinting .
selama itu , aku selalu menepis rasa sayang dengan cara belajar dan belajar , tak jarang aku mendapat beasiswa . Tapi semakin itu , rasa sayang yang membludak aku tepis dengan belajar dan kesibukannku dan ternyataa .. ohh aku sekarang menyerah !
4 tahun bersama orang yang kusayangi , 4 tahun bersama dan berbagi dengan pria yang ku singgahi , tempatku berteduh , tempat menuju dadaku yang sangat sport jantung .. ternyata kandas ..!
iia telah menikah dengan wanita lain ..
aku mencoba tegar , tapi kadang aku sulit mengalamin masa pemberontakan hatiku .
aku ingin berteriak dan memeluknya , tapi kewarasanku mengajarku untuk menerima kenyataan .
dan aku mulai hidup sendiri lagi .. tapi sepertinya aku sekarang menemukan pria ??
Sejarah singkat yang berada dihidupku , mulai dari keluargaku yang sepertinya tak pantas aku ceritakan di publik (sok penting yah) . singkat saja kedua orang tuaku sudah bercerai .. aku tinggal bersama adikku . yaa membuatku menjadi "liar yang waras" . Kesedihan yang ku hadapi , aku selalu mencoba menghibur diri dengan menjadi orang yang periang . yang gila , dan selalu tersenyum . haha ..
sudah ah ,
ntar jadi mellow hu.hu ..
so , belajarlah dari keterpurukan dan kenyataan hidupmu untuk bisa menjadi manusia yang tegar , manusia yang tidak mudah mengeluh , dan manusia yang dapat menghargai satu sama lain . kita tidak tau kejadian apa yang akan merubah realita kehidupan . Berlakulah wajar dengan orang yang terkasih , kalo palamu ditoyor sama orang , jangan bales di toyor lagi . haha . itulah kehidupan . mencoba dan selalu berusaha untuk belajar walau pembelajaran bukan seindah yang dilakukan . tapi seenggaknya , membuat orang lain "tersenyum" , Tuhan memberikan penganggukan yang baik untukmu :)
Label: lalaala
si PEMBUAL yang membuatku MUAL
Minggu, 16 Oktober 2011
Diposting oleh
Risty putri indriani
Dalam kebisingan , yang ku temui hanya tempat tidurku , kasur empukku .
yang mengucap dari sebuah kata sanksi .
tempat menjilat penghancuran kehancuran harga diriku ..
BODOH !
dalam kata tersebut , menyesakkan di dalam merah dan menusuk jiwa-jiwa membalut kain yang terjal .
mencoba dan berusaha menghancurkannya , tapi seseorang yang berani menampakkan yang dapat mengkuliti setiap lidah dan otakku .
aku hanya bisa terdiam , dalam nyata ataupun karsaku .
dalam buai ataupun pembual !
Berlari tapi tak mampu berlari ,
hati ini seakan memaki-maki pembual tersebut .
dan , kesabaran yang dapat mengelus tubuhku dan rambutku .
belaian nafas dan jari jemarimu membuat tanda, bahwa pelacuran yang kau lukai adalah sampah !
Aku mencoba menghilang untukmu sejenak , dalam pelacuran yang telah kau singgahi ..
Sesaat saja untuk sebuah luka yang mampu kau torehkan pada dalammnya gelap , dalamnya sirna .
mencoba untuk tidak bersembunyi dibalik maluku .
akan ku tunjukan ,
betapa aku mampu untuk menyudahi dari penjara pelacur yang kau beri waktu ini !
Label: lalaala
Pemula penyair
Diposting oleh
Risty putri indriani
Akhirnya ,
tumbuh juga blogger kedua milikku .
selamat tinggal kisah kasih blog ku masa lalu , karena kelalaianku jugaa ..
semua ini akan mengawali kecintaanku pada kata-kata , kecintaanku menguntai kalimat .
semua akan ku persembahkan untukmu untukku yang menyukai coretan kehangatan .
dan ,,
sementara itu aku sudah mencoba sekuat mungkin , untuk mencari seuntai harapan yang bermodalkan jariku ini .
teruntuk masa pembelajaran dalam awal negeri yang indah tetapi akhir dari hari yang kusut , untuk wanita yang tegar dan memesonakan jiwa
Label: lalaala


